Mengajarkan Disiplin Sejak Dini kepada Si Kecil

Mengajarkan Disiplin Sejak Dini kepada Si Kecil

Di usia tiga sampai lima tahun, Si Kecil sudah semakin bebas melakukan apa yang ia inginkan. Di usia saat ia masih tidak dapat mengendalikan impulsnya, berpadu dengan rasa penasaran yang makin tinggi, dan kemampuan fisiknya yang menunjang, ia jadi semakin sulit untuk duduk diam dan mendengarkan Moms. Belum lagi jika Si Kecil berada dalam fase ketika perhatiannya mudah teralihkan. Apapun yang Moms katakan akan seperti masuk kuping kiri, dan keluar dari kuping kanan.

Apa yang harus dilakukan ketika ‘time-out’ sudah tidak berhasil dipraktikkan padanya, tapi Moms juga tidak mau bersikap terlalu ‘keras’ padanya? Bagaimana cara mengajarkan disiplin pada anak usia dini?

Anggap disiplin sebagai bentuk pengajaran, bukan hukuman

Mengajar berarti menunjukkan dan menjelaskan bagaimana melakukan sesuatu. Ini berfokus pada pengajaran perilaku masa depan yang diinginkan. Sedangkan, hukuman memberi penderitaan berdasarkan perilaku di masa lalu.

Konsisten

Antara usia 2 dan 3 tahun, anak-anak bekerja keras untuk memahami bagaimana perilaku mereka berdampak pada orang-orang di sekitar mereka. Jika reaksi Moms terhadap suatu situasi terus berubah. Misalnya, suatu hari Moms menegur Si Kecil karena melempar bola ke rumah tetangga, namun keesokannya Moms membiarkannya saja setelah melakukan tindakan yang sama. Si Kecil akan menjadi bingung tentang apa yang boleh dan tidak boleh ia lakukan.

Cukup katakan tidak

Jika ia tidak mendengarkan Moms, tidak perlu memberinya kuliah panjang, cukup katakan “tidak”. Si Kecil yang berusia lebih kecil dari 2 tahun belum memiliki kemampuan kognitif untuk memahami kalimat yang rumit. Sedangkan, yang berusia 2-3 tahun, meski kemampuan berbahasanya sudah lebih baik, tetap saja masih kurang memiliki rentang perhatian untuk menyerap semua yang Moms katakan.

Hindari mengalihkan perhatian Si Kecil

Adakah Moms yang masih melakukan ini ketika tidak ingin Si Kecil melakukan hal yang tidak kita inginkan? Misalnya saja, ketika ia meminta izin bermain ketika cuaca panas terik, Moms serta-merta menawarkan jajanan alih-alih menjelaskan alasan mengapa ia dilarang bermain di luar rumah saat panas terik. Cukup katakan tidak, dan jelaskan alasannya.

Hindari menindak anak dengan hukuman fisik

Selain akan menimbulkan trauma, Si Kecil hanya akan fokus pada rasa takutnya, dan bukan alasan mengapa ia tidak boleh melakukan yang ia lakukan.

Disiplin tidak harus selalu bermakna negatif

Mengajarkan disiplin pada anak usia dini bisa dengan memberinya pujian ketika ia melakukan hal baik.

Jangan jadikan Si Kecil sebagai pelanggar peraturan

Berikan batasan sejauh yang dapat dipatuhinya di usia ini. Buat aturan yang jelas dan konsisten yang dapat diikuti Si Kecil. Pastikan untuk menjelaskan aturan-aturan ini sesuai dengan usia yang dapat mereka pahami.

Yang perlu diingat, di usia dini, hal-hal seperti berbagi, sabar atau menunggu, bergiliran, dan berhati-hati merupakan konsep yang membutuhkan waktu lama untuk dipahaminya. Periode belajar ini merupakan proses yang panjang dan berlangsung terus-menerus. Dibutuhkan komitmen, kesabaran, dan partisipasi aktif Moms untuk membantu ia tumbuh sehat dan happy.

Selalu dampingi dan dukung kegiatannya dengan asupan nutrisi yang lengkap agar tumbuh kembangnya optimal dan daya tahan tubuhnya terjaga. Lengkapi dengan memberikan Nestlé LACTOGROW dengan HappyNutri yang mengandung 12 vitamin, 7 mineral, minyak ikan, OMEGA 6 (Asam Linoleat), Omega 3 (Asam Linolenat), dan Lactobacillus reuteri.

Dengan dukungan Moms, nutrisi lengkap, dan Nestlé LACTOGROW dengan HappyNutri, bantu tumbuh kembang Si Kecil lebih optimal, ia pun dapat tumbuh dengan happy.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

atikha

app info
get app banner