Sempat koma karena COVID-19, saat sadar bumil ini baru tahu hamil kembar

Sempat koma karena COVID-19, saat sadar bumil ini baru tahu hamil kembar

Sempat koma, perempuan yang tengah hamil anak ke-4 ini pun mendengar kabar bahagia.

Semua pasien Corona memiliki perjuangannya tersendiri untuk bisa bertahan dan sembuh dari infeksi virus tersebut. Seperti halnya yang terjadi pada Danielle Martin yang sempat koma saat COVID-19.

Sedihnya, dirinya mengalami infeksi Virus Corona saat dirinya tengah hamil anak ke-4. Namun, siapa sangka ketika ia siuman, dirinya pun mendapatkan kejutan terkait dengan kehamilannya.

Mengalami koma saat COVID-19

koma saat COVID-19

Martin didiagnosis COVID-19 hingga mengakami koma saat dirinya tengah mengandung anak ke empat.

Ibu berusia 32 tahun asal Belfast, Irlandia Utara ini langsung pasrah saat mendapat diagnosis COVID-19 dari  dokter. Ia tak menyangka, di tengah kehamilannya ia harus berjuang melawang penyakit yang pada akhirnya menyerang paru-paru.

Awalnya, ia dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gejala yang cukup parah. Dimulai dari nyeri tenggorokan, lama kelamaan ia merasa sesak hingga hampir tidak bisa bernapas. Melihat kondisinya saat itu, sang suami, Bryan segera membawanya ke rumah sakit.

Saat melakukan perawatan dan penanganan tersebut, ia harus meninggalkan ketiga putranya sementara di rumah. Namun, baginya saat itu mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat jauh lebih baik untuk keselamatan keluarganya.

Artikel Terkait : Sering tak terdeteksi, ini gejala Corona hari ke-1 sampai ke-17, wajib tahu!

Mengalami pneumonia berat

vaksin bcg cegah corona 1

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Martin juga diketahui mengalami pneumonia berita yang membuatnya harus dirawat lebih intensif di rumah sakit.

Saat di rumah sakit, Martin didiagnosis menderita pneumonia berat pada 30 Maret 2020. Saat ia merasa sangat kesulitan bernapas. Dokter pun melakukan penanganan dengan memakaikan ventilator yang membantunya. .

Mulanya, ia berhasil berjuang. Ia kembali bisa bernapas dan berbicara.

Namun, dalam masa perawatan, kadar oksigen Martin menurun pada satu malam hingga ia mengalami koma. Petugas medis pun segera memberitahu sang suami bahwa kemungkinan terburuknya, kondisi Martin bisa memengaruhi janin yang sedang dikandungnya.

Diberitahu kondisi istrinya tersebut, Bryan merasa terpukul sekaligus mengkhawatirkan sang istri serta calon buah hatinya. Dengan bahasa yang mudah dimengerti, Bryan pun memberitahu ketiga anaknya untuk tetap tenang, sang Bunda akan baik dan segera pulang ke rumah.

Setiap harinya, Bryan mendapatkan informasi mengenai perkembangan istrinya tersebut dari pihak rumah sakit.

Artikel Terkait : Tidak menerapkan lockdown, ini 7 kebijakan pemerintah mencegah penyebaran Corona di Indoensia

Melalui kondisi kritis bersama buah hati

bayi kembar ketiak di USG

Saat telah siuman, ia mendapatkan kabar suka cita bahwa dirinya tengah hamil anak kembar.

Sepuluh hari sudah berlalu sejak Martin koma di rumah sakit. Tepat di hari ke sepuluh itu juga, dirinya siuman dan mendapat kabar bahagia terkait dengan kehamilannya.

Dokter memberitahun kalau ia tengah mengandung janin kembar. Mengetahui kabar tersebut, baik Martin maupun Bryant merasa bersyukur. Apalagi, janin kembarnya pun tengah berada dalam kondisi yang sehat.

Martin pun segera dipindahkan dari ICU dan kini masih menjalani serangkaian perawatan untuk COVID-19.

Artikel Terkait : Jadwal mudik lebaran 2020 akan diganti, ini kebijakan pemerintah untuk masyarakat

Pernah mengalami koma dan Mariah berjuang untuk sembuh Martin berpesan pada setiap orang untuk selalu mengikuti protokol pembatasan fisik yang telah ditetapkan pemerintah. Karena menurutnya, virus bisa menginfeksi siapa pun dan kapan pun sehingga setiap orang sebaiknya waspada.

COVID-19 pada ibu hamil

Dilansir dari Alodokter, para peneliti masih mempelajari pengaruh COVID-19 ini pada ibu hamil. Selama kehamilan, seorang ibu bisa mengalami perubahan sistem imun yang berakibat pada risiko tinggi terpapar Corona. Di sisi lain, gejala yang dirasakan bisa jauh lebih parah dan fatal, seperti yang dialami Martin. Namun, demam tinggi yang dialami pasien COVID-19 yang tengah hamil bisa berisiko pada anak yang lahir cacat.

Virus Corona sendiri berasal dari golongan virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Bila ditelisik berdasarkan riwayatnya, ibu hamil yang mengalami SARS maupun MERS memiliki risiko melahirkan bayi prematur atau bahkan keguguran. Namun, penelitian terkait dengan Corona memang perlu waktu dan identifikasi lebih lanjut.

Bagi bumil yang merasa memiliki gejala COVID-19 sebaiknya segera lakukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga :

Diduga tertular dari uang, ibu hamil positif COVID-19 berhasil sembuh

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner