Waspada Zoom Fatigue, Kondisi Kelelahan Anak Akibat Terlalu Lama Sekolah Online

Waspada Zoom Fatigue, Kondisi Kelelahan Anak Akibat Terlalu Lama Sekolah Online

Fenomena zoom fatigue mulai marak terjadi pada anak-anak di berbagai negara. Cari tahu apa itu zoom fatigue dan bagaimana orangtua harus menyikapinya.

Sejak pandemi COVID-19 melanda, masyarakat diimbau untuk melakukan segala kegiatan di rumah, termasuk anak-anak yang harus sekolah online melalui platform Zoom. Akibat terlalu lama sekolah online, kini anak-anak mulai merasa lelah dan bosan. Kelelahan yang mereka alami ini dikenal dengan sebutan zoom fatigue.

Bukan hanya di Indonesia, ternyata para orangtua di banyak negara juga mengeluhkan jika buah hati mereka menunjukkan gejala zoom fatigue. Hal ini karena ada banyak kelas online yang harus diikuti anak-anak, serta minimnya interaksi mereka dengan teman sekelas, sehingga membuat anak-anak cepat merasa lelah.

Artikel Terkait: Mendikbud: Pembelajaran Jarak Jauh akan Dijadikan Permanen Usai Pandemi

Memang tidak bisa dipungkiri kalau sekolah online ini justru lebih melelahkan bagi anak-anak. Bayangkan saja setiap hari anak-anak harus join ke aplikasi Zoom untuk memulai sekolah. Mereka mendengarkan bapak atau ibu guru menjelaskan materi pelajaran secara online, lalu mencatat materi tersebut.

Tidak sampai di situ, setelah kelas online di Zoom selesai, anak-anak masih harus mengerjakan tugas di Google Classroom atau Micrososft Teams. Bahkan, ada pula yang masih punya tugas tambahan, yaitu menyimak materi pelajaran sekolah dari siaran televisi.

Zoom Fatigue

Sumber gambar: Freepik

Pandangan Pakar tentang Zoom Fetigue yang Dialami Anak-anak

Saat mengikuti sekolah online, pandangan mata, pendengaran, serta konsentrasi seseorang harus tertuju pada satu layar gadget dan menuntut perhatian penuh. Itulah mengapa pada akhirnya zoom fetigue dialami oleh anak-anak kita.

“Dan itu melelahkan dalam waktu yang lama,” ungkap Tom dan Jack, salah satu guru SD di Amerika.

Mengingat ini sangat rentan dialami anak-anak pada masa ini, Tom dan Jack meminta orangtua untuk lebih banyak mendengar perasaan anak-anak mereka.

“Anak-anak itu bisa menyelesaikan masalahnya sendiri kalau Anda memberinya cara dan kepercayaan diri untuk melakukannya. Apa yang kurang di sini adalah anak-anak tidak diizinkan mengekspresikan perasannya,” ujar Tom dan Jack.

“Tanyakan kepada anak, apa yang membuat mereka bisa menikmati proses belajar, dan apa yang bisa mengganggu mereka. Tanyakan juga cara belajar seperti apa yang mereka inginkan. Berikan mereka ruang untuk mengungkapkan perasaannya dan pemikirannya,” imbuh Tom dan Jack.

Artikel Terkait: 4 Penyebab Orangtua Sulit Dampingi Anak Belajar dari Rumah

Kelas Tatap Muka Tidak Bisa Digantikan

Zoom Fatigue

Selain itu, melansir dari situs Parents.com, Kepala Departemen Psikiatri dari Memorial Regional Healthcare System, Daniel Bober, mengatakan bahwa Zoom atau video conference bentuk apapun bukanlah cara yang tepat untuk bisa menggantikan kelas tatap muka.

Daniel melanjutkan, jika memang harus menggunakan video conference, cobalah sesekali untuk mematikan kameranya. Sebab, cara ini bisa membantu anak-anak mengurangi rasa lelahnya.

“Panggilan telepon mungkin bisa jadi alternatif yang bagus, karena anak-anak tidak selalu merasa sedang diawasi atau harus ‘tampil’. Anda juga bisa mematikan kamera saat video conference berlangsung agar bisa membantu mereka mengurangi rasa lelah,” sambung Daniel.

Lalu, para guru juga masih bisa mengirim materi pembelajaran dan tugas kepada anak-anak secara lebih bijaksana dengan memanfaatkan layanan email.

Artikel Terkait: Tips Dampingi Anak Belajar Online di Rumah dengan Cara Menyenangkan

Apa yang Harus Parents Lakukan untuk Mencegah Anak Mengalami Zoom Fatigue?

Zoom Fatigue

Untuk mengantisipasi agar anak tercinta tidak mengalami zoom fatigue, Parents bisa melakukan beberapa hal di bawah ini:

1. Atur Posisi yang Nyaman

Bantu anak untuk mendapatkan posisi ternyamannya selama mengikuti pembelajaran online. Cari tempat duduk yang nyaman dengan jarak antara mata dan layar gadget yang tidak membuat mata mereka mudah lelah. Usahakan kondisi di sekitar juga aman dan jauh dari kebisingan, agar anak lebih bisa berkonsentrasi terhadap materi pelajarannya.

2. Cegah Zoom Fatigue dengan Ambil Waktu Jeda atau Istirahat

Setelah anak menyelesaikan satu sesi kelas online, usahakan agar anak menjauh sejenak dari gadget yang digunakan. Ini bermanfaat untuk mengistirahatkan mata dan tubuh anak.

3. Buat Jadwal Makan dan Istirahat yang Teratur

Parents harus mengingatkan anak untuk sarapan atau makan terlebih dahulu sebelum ia memulai kelas online. Pastikan energi anak tercukupi dengan baik. Selain itu, menjadwalkan jam tidur siang dan malam yang teratur juga penting agar anak mendapatkan kembali kondisi tubuh yang segar serta mood yang baik.

Bila perlu, Parents bisa mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran online. Tanyakan kesulitan apa yang ia hadapi agar ia tidak terlalu merasa kesepian dan jenuh.

Itulah beberapa hal yang wajib Parents ketahui mengenai zoom fatigue pada anak. Pastikan anak tidak sampai mengalami zoom fatigue ya, Parents.

Baca Juga:

Anak Belajar Secara Daring di Rumah, Ini yang Perlu Parents Lakukan untuk Membantunya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner